Friday, January 04, 2008

Rekrekan (Presbytis fredericae Sody,1930);Primata endemik di Gunung Slamet, Jawa Tengah


Rekrekan (Presbytis fredericae Sody,1930)
Primata endemik di Gunung Slamet, Jawa Tengah


Adalah salah satu primata endemik jawa yang saat ini tersebar di sisa hutan di Jawa .Jenis lutung ini di kenal oleh masyarakat degan nama Rekrekan. Seperti pada gambar di samping, untuk mengenali Rekrekan, dapat dilihat dari warna bulu yang hitam dengan bagian depan (mulai dada, lengan bagian dalam, paha hingga ke ekor bagian dalam juga berbulu putih), warna muka juga merah kebiru-biruan, kadang ada jambul dan jambang di sekitar kepala dan muka. Menurut beberapa ahli primata, species ini pada awalnya di kategorikan sebagai anak jenis dari Surili (Nijman,1997;Nijman dan Van Balen,1998) yang persebaranya hingga ke daerah jawa timur yaitu ;Gunung Lawu dan Gunung Wilis. Namun menurut Brandon-Jones,2005, species ini di ajukan sebagai species yang berbeda, berdasarkan koleksi specimen yang di peroleh dari lereng selatan G.Slamet. Hingga akhirnya IUCN mengkategorikan sebagai species yang kurang data (Data Deficient) juga dalam taxonomi primata asia tenggara telah di pisahkan dari surili sebagai species tersendiri (Brandon-Jones.et.al,2004)
Terlepas dari perdebatan taxonominya, species ini mengalami ancaman kepunahan yang tinggi, karena kerusakan habitatnya. Upaya konservasi species ini tengah dilakukan penelitian ekologi terkait populasi dan distribusi species ini di lereng selatan dan timur gunung Slamet, Jawa Tengah. Penelitian ini telah di dukung oleh Lab.Satwaliar Fakultas kehutanan UGM, Primate Conservation Inc, Primate Conservation Fund-CI, Idea Wild, dan Rufford Foundation.

Kegiatan terbaru tentang upaya konservasi species di habitat alaminya dapat di lihat di sini :
http://www.ruffordsmallgrants.org/rsg/projects/arif_setiawan

Ditengah kerapuhan ekologis yang sedang terjadi di pulau paling padat ini, Gunung Slamet masih menyimpan “misteri” keanekaragaman hayati yang belum pernah di ungkap, inilah jantung pulau Jawa, The heart of Java”.

No comments: