Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2011

Ficus Pencekik

Gambar
Jenis ficus ini konon tumbuh dan besar adalah dari atas pohon,biasanya biji dari buah ini jatuh di atas pohon yang di bawa oleh burung atau lewat kotoran binatang hutan lainnya. Ficus ini kemudian tumbuh dari atas menjulurkan akarnya kebawah membelit pohon inangnya sampai akhirnya pohon inangnya mati karena kalah dalam mendapatkan sumber pakan dan sinar matahari. Salah satu fungsi primata dan binatang hutan lainnya adalah sebagai penyebar biji-biji pohon hutan. Seperti jenis pohon ficus ini biasanya adalah kesukaan Bilou. Sampai akhirnya biji itu tumbuh seperti pohon seperti ini, menjadi sangat penting bagi binatang hutan, sebagai tempat makan, tempat berlindung, dan tempat berkembang biak.

Danau Simarue, Peipei, Siberut Baratdaya

Gambar
Tidak banyak orang tahu tentang sebuah danau (panjang 1300 m dan lebar 500 meter) yang ada di dusun Peipei,Desa Taileleu Siberut Barat Daya. Teman yang saya ajak dari siberutpun juga belum tahu tentang keberadaan Danau ini, tahu hanya lewat cerita saja, dan menurutnya dulu ada buaya di danau ini. Rasa penasaran tentang buaya di danau inilah yang mendorong saya untuk mengunjungi danau Simarue ini. Perjalanan dapat di tempuh dari Peipei naik ojek, turun di kampung lama dan menyusuri sungai simarue kurang lebih 1 jam. Sungai kecil, dangkal ,jernih dan rimbunan pohon sagu seakan lewat sebuah lorong hijau, berkayuh sampan kayu. Mas Bikin (29 thn) adalah tokoh pemuda dusun Peipei yang menemani perjalanan kami ke danau simarue. Sampai di mulut danau memang luar biasa sekali danau ini, sejauh mata memandang pohon sagu mengelilingi danau ini, dengan air yang jernih kehijauan Nampak sekali tumbuhan air di dalam danau ini tebal sekali. Sambil berkayuh sampan cerita tentang danau ini saya rekam…

Ketika musim durian tiba

Gambar
Wajah sumringah hilang lelah setelah berjalan jauh,logistic sudah habis air pun tidak ada, kami ber ber4 waktu itu dari hulu sungai kabolot, Taialeleu, Siberut barat daya, waktu itu sekitar jam 9 pagi kami berjalan pulang menuju dusun Tolomo, ada jalan setapak yang melewati ladang-ladang dengan pohon buah durian yang tinggi dan besar, dan aroma durian tercium sejak beberapa langkah sebelum pohon yang penuh buah durian itu, kami pun segera mencari dari mana datangnya aroma buah durian yang sudah jatu ini, dan akhirnya kami temukan 3 buah durian, segera kami istirahat dan sarapan durian ini. Inilah durian pertama saya di pulau siberut, rasa durian yang manis dan pahit khas masak di pohon. Namun ketika saya tanya teman saya katanya orang siberut tidak suka makan durian masak, karena tidak enak dan bisa bikin malaria. Jadi orang siberut pada umumnya makan duria adalah masih mentah, jadi durian yang sudahtua tapi belum lunak daging buahnya. Ini terbukti waktu saya berkunjung ke Bolotok, d…

Modernisasi alat berburu

Gambar
Kalau berburu biasanya dan memang sejak dahulu di Mentawai khususnya ini di Siberut dilakukan dengan panah beracun,kini perburuan jugan dengan peralatan modern, senapan angin. Namun juga pelurunya juga di kasih racun, foto disamping adalah perbedaan peluru senapan angin yang telah di kasih racun dan yang belum. Perubahan teknologi berburu ini terjadi hampir di seluruh wilayah siberut yang saya kunjungi di seberut selatan, tengah, utara dan barat. Senapan seharga 500 ribu dan peluru 1 kotak seharga 5000 dapat dengan mudah di beli di muara siberut selatan. Racun dalam peluru ini sama dengan yang ada di panah, sekali kena sasaran, monyet ataupun binatang buruan pasti mati sebelum sebatang rokok habis dihisap.

tengkorak monyet

Gambar
Ini adalah tengkorak kepala Joja, Bilou dan Bokoi,Simakobu,yang di gantung di sapo (pondok di ladang) yang saya temukan di hulu sungai bolotok, Taileleu. Perburuan binatang hutan telah dilakukan sejak jaman nenek monyang kita dari Kep.Mentawai, setelah mereka makan biasanya mereka menggantung tengkorak kepala primata ini di bagian depan rumah mereka, sebagai symbol status sosial.

Siripok Bilou (Sekolah lagi...cerita dari Bolotok)

Gambar
Ketika membaca tulisan ini terharu juga,menunjukkan bahwa anak-anak di dusun bolotok, desa taileleu, siberut barat daya ini betapa ingin maju dan belajar, semangat untuk sekolah. Tulisan ini saya temukan di salah satu dinding kamar rumah penduduk di dusun Bolotok. Bangunan sekolah seperti nampak di foto dibawah ini, ruangan kelas ini dalam satu kelas ada 2 papan tulis, ternyata dalam satu ruangan ini ada 2 kelas.


Siripok Bilou (Jebakan tikus)

Gambar
Ini satulagi salah satu teknologi temuan nenek moyang kita dari Siberut,yang saat inipun sudah jarang digunakan, foto ini saya dapatkan ketike Teteu ini membuat jebakan tikus di rumahnya di dusun tololago, desa Teluk Katurai. Jebakan tikus ini biasanya dibuat dari bambu, prinsip kerjanya mirip jebakan tikus yang ada di kota-kota, jadi ada umpan di dalam bambu tengah yang agak besar itu, nanti setelah tikus masuk dan menggoyang tuas yang ada talinya tersebut maka bilah bambu yang melengkung itu akan lepas dan menjepit tikus di dalam bambu.

Siripok Bilou (Jebakan Kelelawar Buah)

Gambar
Saya bertemu dengan Bajak ini waktu berkunjung ke desa Bojakan, Siberut utara,yang di tunjukkan oleh bapak ini adalah jebakan kelelawar buah (Kalong). Biasanya jebakan ini di pasang di pohon-pohon rambutan yang sedang berbuah, kurang jelas juga bagaimana pemasangannya, namun katanya ini adalah jebakan untuk kelelawar yang biasa dilakukan oleh orangtua mereka dahulu, saat ini sudah jarang di buat dan digunakan oleh generasi sekarang, karena pemasangannya yang cukup rumit dan di pucuk-pucuk pohon rambutan, yang memerlukan alat bantu tersendiri lagi. Menurut informasi yang saya dapat dari warga setempat memang pemasangan jebakan untuk kelelawar seperti ini sudah sangat jarang di lakukan kecuali oleh orang-orang tua, dan ternyata juga tidak semua orang siberut tahu tentang jebakan model ini. Karena kebetulan yang menemani adalah warga siberut selatan, juga mengatakan tidak pernah menjumpai warga di dusun mereka menggunakan jebakan seperti ini untuk menangkap kelelawar.

Siripok Bilou (Tokek Siberut)

Gambar
Hampir tengah malam ketika itu, di kamar tempat tempat tinggal saya di Mailepet, siberut selatan ketika melihat 2 ekor cicak besar ini berkelahi, tokek (anggota ordo squamata = reptile bersisik), kurang lebih setengah jam kedua tokek in berkelahi, yang satu sepertinya sedang tertekan karena mulutnya digigit dan dia kehilangan kekuatan untuk bertahan, namun akhirnya tokek yang tertekan ini bisa melepaskan gigitan lawannya. Entah apa maksud dari perkelahian ini, semacam perkelahian untuk mendapatkan pasangan, makanan, ataupun tempat untuk berlindung???