Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Drone untuk Monyet "Dronyet"

Gambar
Foto dengan “seribu bahasa” tetap saja menjadi hal baru, meskipun sudah sejak lama telah menggunakan fotografi sebagai tools untuk menyampaikan sebuah pesan. Dengan berbagai sudut pandang tentu akan mempunyai makna yang berbeda, interpretasi yang sederhana namun penuh arti dapat di sampaikan melalui sebuah bingkai foto. Foto udara, kini menjadi hal yang lebih mudah dilakukan bagi setiap orang, dengan adanya teknologi pesawat tanpa awak atau pesawat yang dikendalikan jarak jauh. Salah satunya adalah “drone”, silahkan googling sendiri sejarah awal mula drone ini, dan kali ini saya dan tim swaraOwa mencoba menggunakan alat ini untuk membantu menyampaikan pesan pelestarian primata endemik jawa, untuk mengambil foto dari udara.

Peralatan baru ini terdiri dari pesawat baling-baling empat, remote control, dan smartphone. Ketiganya ini di rangkai sedemikian rupa menjadi semacam robot yang di perintah untuk pergi terbang, mengumpulkan misi berupa gambar,atau video, dan kembali pulang membawa…

Survey Rekrekan Jawa Tengah

Gambar
Tahun monyet 2016, ini kami akan memulai kegiatan konservasi primata Jawa dengan mereview kembali beberapa species primata Jawa yang kurang mendapat perhatian dan perlu informasi terbaru terkait dengan distribusi, populasi, ancaman dan kondisi habitatnya. Salah satu primata jawa yang menjadi prioritas untuk kita perbaharui informasinya adalah “Rekrekan” (Presbytis fredericae).

Penelitian tentang populasi dan distribusi, perilaku dan habitat di antaranya telah dilakukan di Gunung Slamet, Hutan Sokokembang , dan Gunung Merbabu. Saat ini primata ini termasuk kategori endangered dalam IUCN redlist, dan mengenai distribusinya hingga saat ini sebaran paling timur yang sudah tercatat secara ilmiah adalah di Gunung Merbabu. Namun beberapa laporan sebelumnya memberi catatan tentang keberadaan monyet pemakan daun ini, terdapat di Gunung Lawu, namun hanya menyebutkan bahwa catatan tersebut berdasarkan informasi warga yang medengar suaranya saja.

Olehkarena itu, tim SwaraOwa bulan februari ini mu…