Pos

Menampilkan postingan dari 2016

#monkeyday in the wild of Java

Lutung Jawa (Trachypithecus auratus)

Berkunjung ke padepokan Lutung Jawa

Gambar
Bulan November pertengahan saya berkunjung ke salah satu pusat rehabilitasi primata Jawa di Jawa Timur, tepatnya di Cuban Talun, Batu, Malang. Pusat rehabilitiasi ini di bangun khusus untuk Lutung Jawa, mungkin satu-satunya yang ada di Indonesia untuk rehabilitiasi jenis-jenis monyet pemakan daun. Perjalanan lebih dari 12 Jam menyusuri jalur selatan pulau jawa mulai dari Jogja-Pacitan-Trenggalek-Blitar-Malang membuat harus membuka kembali peta dan yang jelas melihat langsung kondisi habitat primata di wilayah Jawa bagian timur. Beberapa catatan perjumpaan jenis-jenis primata jawa tidak banyak yang melaporkan dari wilayah ini, bisa menjadi pekerjaan selanjutnya untuk pelestarian primata Jawa.
Sampai di Cuban Talun, mas Iwan Kurniawan selaku project manager pusat rehabilitiasi ini sudah menunggu, berkenalan dengan tim yang ada disini dan melihat langsung 11 lutung yang sedang dalam proses untuk di lepas liarkan kembali. Lutung-lutung ini adalah hasil sitaan dari BKSDA jawa timur, lutun…

Bilou Kaleleu 2016

Gambar
Tulisan pertama tentang kegiatan pelestarian primata di pulau di tepi samudra hindia ini, bisa di baca di sini, perjalanan ke habitat primata endemik Bilou (Hylobates klossii)  tahun 2010, bulan Desember. Dan bulan lalu setelah  hampir 6 tahun, saya kembali menghirup udara di pulau ini, untuk melihat kondisi terkini dan bagaiman perubahan yang telah terjadi terutama untuk pelestarian primata.

Kapal kayu legendaris “Sumber” sudah tidak di gunakan lagi, bayangan perjalanan 10-12 jam menyeberangi laut Sumatra, sudah berganti dengan kapal mewah dan cepat, perjalanan 157 km dari Padang menuju siberut dapat di tempuh hanya dengan waktu 4 jam saja. Kapal ini adalah salah satu perubahan yang terjadi di bumi sikerei.

Jauh hari sebelum berangkat ke siberut, saya terlebih dahulu menghubungi beberapa sahabat yang dulu menjadi patner dalam tim Bilou, dan sungguh senang akhirnya setelah hampir 5 tahun tidak hanya berjumpa dengan mereka tapi juga keluarga yang dulu pernah saya numpang tinggal wak…

Primatepacker : Traveling mengenal primata Indonesia

Gambar
Mengarus utamakan pelestarian primata, sepertinya agak kurang greget di banding ordo lain, seperti burung. Birdwatching atau pengamatan burung sudah menjadi industri dan gaya hidup yang dapat menggerakkan sisi ekologi, sosial dan ekonomi. Dari melihat burung, peralatan, fotografi, dan juga networking. Terinspirasi dari kawan-kawan pegiat burung yang membuat gerakan pelestarian burung Indoneisia melalui atlas burung nusantara, sepertinya untuk primata masih ketinggalan. Lewat tulisan ini saya juga mengajak siapa saja anda yang peduli dengan primata untuk juga menjadikan kegiatan hobi satwaliar ini menjadi “mainstream” .

Primatepacker, juga istilah yang terinspirasi dari para pegiat burung, yang mempopulerkan wildlife friendly hobbi di negeri ini, sekali lagi salut kawan -kawan pegiat burung. Traveling ke suatu tempat yang baru dan melihat primata di habitat alamnya, harusnya juga bisa menjadi daya tarik wisata dan salah satu kegiatan ekonomi kreatif  yang menggerakan perekonomian di t…

Mencari Simpai di Tanah Kerinci

Gambar
“ Roadside observation” adalah salah satu metode survey primata yang cuku popular di era 80-90 an, kendaraan bermotor di gunakan untuk melihat sebaran primata di suatu wilayah yang luas. Saya dan Ika Y.Agustin melakukan metode survey ini untuk melihat distribusi dari surili Sumatra, jenis ini masih sangat terbatas informasinya. Melihat langsung morphology dan habitat yang digunakan monyet pemakan daun ini menjadi pengalaman yang berharga dan memberikan update terbaru terkait monyet pemakan daun dari Sumatra.
Kali ini saya menggunakan roda dua bermotor  dilengkapi dengan peralatan smartphone, camera dengan lensa tele 300 mm, video recorder, alat tulis, alat rekam suara, masing-masing pengamat membawa, untuk mendokumentasikan setiap perjumpaan dengan simpai. Kendaraan roda dua bermotor menjadi pilihan terbaik selain lebih effisien, juga dapat masuk ke jalan-jalan di hutan atau pun perkebunan yang  tidak dijangkau oleh kendaraan roda 4. Selain literature, informasi dari warga sekitar a…

Forestcoustica

Gambar
Hutan dan segala isinya telah membuat banyak manfaat bagi kita, suara dari hutan tentu sangat berbeda dengan suara-suara yang di hasilkan oleh lingkungan lainnya. Entah burung, angin, air, monyet, pohon, serangga, dan masih banyak hidupan liar lainnya yang bersuara. Suara-suara ini juga hilang apabila ada yang mati. Hutan semakin sepi dengan hilangnya hidupan liar, pohon di tebang, burung di ambil, di buru, satwa-satwa di hilangkan fungsinya. Tidak lagi bersuara di hutan habita aslinya. 

Kami menyebut Forestcoustica, untuk suara-suara yang dihasilkan oleh hidupan liar yang kita dengar di hutan. Kegiatan merekam suara alam ini sudah sejak tahun 2013 kita mulai di hutan habitat Owa jawa di Sokokembang, Petungkriyono, Pekalongan. Mengengal hutan melalui suara-suaranya juga di arusutamakan lewat soundcloud. https://soundcloud.com/swara-owa .Playlist album swaraowa yang berisi suara-suara dari hutan tempat penelitian dan konservasi Owa jawa. Project ini terus berjalan untuk terus mendokum…

Simpai Kincai : Cerita dari dataran tinggi Kerinci

Gambar
Pertamakali melihat simpai (Presbytis melalophos) adalah tahun 2002, di sekitaran Palembang, Sumatera selatan, angan-angan waktu itu pengen mengamati monyet ini lebih dekat lagi, dan baru tahun 2012 kemaren kedua kalinya saya melihat simpai, tapi lokasinya di sekitaran Sungai Penuh. Tahun 2016 ini kebetulan ada sahabat saya yang mengundang saya untuk melihat simpai lagi, study sitenya adalah sekitaran Gunung Kerinci, tidak jauh dari lokasi kedua saya melihat simpai, yaitu di sekitaran Danau Gunung Tujuh, Taman Nasional Kerinci Seblat. Simpai adalah nama lokal jenis monyet pemakan daun yang sangat luas sebarannya namun juga kurang di perhatikan, sebagai fauna endemik Pulau Sumatra. 

Tempat yang saya tuju adalah Gunung Tujuh, kebetulan sekali basecamp tempat menginap kami, disamping kantor resort Gunung Tujuh Taman Nasional Kerinci. Subspecies surili Sumatra tercatat juga sangat beragam, dan higga saat ini informasi sebaran subspecies tersebut sangat terbatas juga. Namun yang menarik j…

Drone untuk Monyet "Dronyet"

Gambar
Foto dengan “seribu bahasa” tetap saja menjadi hal baru, meskipun sudah sejak lama telah menggunakan fotografi sebagai tools untuk menyampaikan sebuah pesan. Dengan berbagai sudut pandang tentu akan mempunyai makna yang berbeda, interpretasi yang sederhana namun penuh arti dapat di sampaikan melalui sebuah bingkai foto. Foto udara, kini menjadi hal yang lebih mudah dilakukan bagi setiap orang, dengan adanya teknologi pesawat tanpa awak atau pesawat yang dikendalikan jarak jauh. Salah satunya adalah “drone”, silahkan googling sendiri sejarah awal mula drone ini, dan kali ini saya dan tim swaraOwa mencoba menggunakan alat ini untuk membantu menyampaikan pesan pelestarian primata endemik jawa, untuk mengambil foto dari udara.

Peralatan baru ini terdiri dari pesawat baling-baling empat, remote control, dan smartphone. Ketiganya ini di rangkai sedemikian rupa menjadi semacam robot yang di perintah untuk pergi terbang, mengumpulkan misi berupa gambar,atau video, dan kembali pulang membawa…

Survey Rekrekan Jawa Tengah

Gambar
Tahun monyet 2016, ini kami akan memulai kegiatan konservasi primata Jawa dengan mereview kembali beberapa species primata Jawa yang kurang mendapat perhatian dan perlu informasi terbaru terkait dengan distribusi, populasi, ancaman dan kondisi habitatnya. Salah satu primata jawa yang menjadi prioritas untuk kita perbaharui informasinya adalah “Rekrekan” (Presbytis fredericae).

Penelitian tentang populasi dan distribusi, perilaku dan habitat di antaranya telah dilakukan di Gunung Slamet, Hutan Sokokembang , dan Gunung Merbabu. Saat ini primata ini termasuk kategori endangered dalam IUCN redlist, dan mengenai distribusinya hingga saat ini sebaran paling timur yang sudah tercatat secara ilmiah adalah di Gunung Merbabu. Namun beberapa laporan sebelumnya memberi catatan tentang keberadaan monyet pemakan daun ini, terdapat di Gunung Lawu, namun hanya menyebutkan bahwa catatan tersebut berdasarkan informasi warga yang medengar suaranya saja.

Olehkarena itu, tim SwaraOwa bulan februari ini mu…

Ponsel Cerdas untuk Monyet

Gambar
Kemampuan ponsel saat ini sudah luar biasa, kira kira 3 tahun yang lalu dilapangan kita selalu tergantung kepada beberapa alat penelitian, khususnya untuk data recording. GPS seukuran kepalan tangan, Kompas, camera pocket, lensa makro, belum lagi alat tulis dan peta. Namun kini dengan satu alat saja semua sudah tersedia. Smartphone yang berkembang saat ini sangat membatu kegiatan penelitian dan pelestarian alam, catatan penelitian tinggal di tulis dan disimpan dalam smartphone, mencatata posisi koordinat, ketinggian lengkap dengan keterangan foto dan video juga bisa dilakukan, dan tinggal disimpan di “awan” kemudian bisa kita share dengan teman atau di media sosial.


Dengan kemampan cerdasnya ponsel ini juga berkontribusi utuk membantu kegiatan pelestarian alam disekitar kita. Sudah banyak tempat-tempat yang kita foto dan kita bagikan kepada orang lain lewat media sosial, mengundang orang lain untuk datang dan akhirnya tempat itu jadi ramai bahkan beberapa kasus sebelumnya juga obyek al…