Postingan

Menampilkan postingan dari 2008

Happy new year 2009

Gambar
Dear primate lovers

thankyou for your kindness help, comments, support, cooperation and friendship during 2008, lets continue our great plan and work in the coming year, May everything beautiful and peace, I sincerely wish you and your families happiness, cheerfulness, good health and great success in the coming year.

happy new year 2009



photo information : the silhouette photo of Agile gibbon (Hylobates agilis) in Schemutzer primate center, ragunan zoo, Jakarta.

trilobite beetle

Gambar
I found this exciting creature in Prefab camp, Kutai National Park, East Kalimantan, Indonesia. A beetle like primitive fauna of early Cambrian period, that already extinct-trilobite-, Duliticola is the genus name also known as Trilobite larvae, this beetle belongs to family of Lycidae, Coleoptera orde. Further article on this beetle, read at this link.

Javan langur

Gambar
This is another threatened endemic primate in Central Java. Javan langur ( Trachipithecus auratus E.Geoffroy Saint-Hilaire,1812) we called “ Lutung” are still exist in remnant forest of Central java. I found this leaf monkey also together in the same habitat with two other Javan endemic primates (Javan gibbon and Javan fuscous leaf monkey). This photo was taken in Sokakembang forest, Pekalongan, Central Java Province, Indonesia. All Javan endemic primates in Central Java, recieve little attention from researcher and conservationist. They are lived in remnants-unprotected forest.They are heading to vanish due to habitat loss.

Be a primate Watchers

Gambar
Pengamatan primata, seperti kegiatan yang sudah popular sebelumnya, “bird watching” bertujuan untuk mengetahui primata yang ada di suatu wilayah atau habitat tertentu. Primata sebagai binatang berkarakter yang biasa hidup di atas pohon (arboreal), termasuk mudah diamati bila dibandingkan dengan jenis binatang lain yang ukurannya lebih kecil. Namun saat ini, primata termasuk paling rentan terhadap kepunahan sebagai akibat rusaknya habitat alaminya. Ukuran tubuhnya yang relative besar ( mungkin bisa dikategorikan kecil hingga sedang) membutuhkan ruang dan asupan sumber pakan yang banyak untuk bergerak. Beberapa jenis seperti owa dan monyet-monyet daun beraktifitas di atas pohon, sehingga cabang atau ranting pohon yang kuat merupakan pilihan terbaik dalam pergerakan, juga ketersediaan buah dan daun.


Mengamati primata, kita dapat membuat semacam daftar jenis yang di jumpai dan lebih jauh mengamatai perilaku ekologinya bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan dan aktifitas sosial s…

Javan grizzled leaf monkey

Gambar
This is the photo of Presbytis fredericae- Javan fuscous langur-Javan grizzled langur-Javan grizzled surili, or Rekrekan-vernacular name, the monkey I work with in central java, Indonesia. I have intensively survey in Mt.Slamet since 2005, but this photo I found in Sokakembang forest, Pekalogan County of Cetral Java province. I have spent a week and following this group to get their photos using Canon EOS 400D equipped with 300 mm lens. In this fragmented-unprotected forest, also still occupied by Javan gibbon (Hylobates moloch), and Javan langur (Trachypithecus auratus). Now I have started ongoing studies on population and distribution of these javan endemic primates in this new sites, and continuing our previous activities in Mt.Slamet.

The World's 25 Most Endangered Primates 2008-2010

"Top 3 most endangered primates in Indonesia"

This is my first international primatological meeting, the XXII congress of International Primatology Society in Edinburgh, Scotland, 3-8 August 2008. One of the prosecuted agendas is about The 25 most endangered Primate in the world. Its took very long discussion and debates to determine which species that will be included, and the last result I have checked in IUCN primate specialist website today that there are four species of Indonesian primates that included in the list of primate in peril, i.e Siau island tarsier (Tarsius Sp), Simakobu, (Simias concolor), Sumatran Orangutan (Pongo abeli), and the last is the Javan slow Loris (Nycticebus javanicus).
Complete list of the 25 most endangered primates in the world find in this link : http://www.primate-sg.org/T25-08.htm

A journey to Borneo #7

Gambar
Save the Proboscis Monkey!!!!

Another survey during Journey to Borneo, we also conduct survey on Bekantan or Proboscis monkey ( Nasalis larvatus) in several rivers of East Kalimantan, Sangata river which flowing through Kutai National Park, is the first river for boat survey. We assume that this river become wildlife refugees after massive fire in 1992-1993 and 1997-1998. We still found five groups along this river , started from Sangata town to the rivermouth of Sangata river. However their habitat are too worries, mangrove and nypa habitat heading to vanish due to fishpond developments, agriculture or settlements (legal and illegal). The next boat survey were done at more than 40 km along of Karangan river and Baai rivers. Its too bad here the forest are totally converted to be palm oil agriculture. Small-thin riverside vegetation are remains for habitat of Bekantan and seem couldn't said as forested habitat.

a Journey to Borneo #6

Gambar
The last population of Hosei monkey

After 20 days we didnt found any hosei monkeys in Kutai National Park (KNP), we continue survey to nort-east, five hour from KNP, where the last previous survey found this hosei monkey in this areas. There are two rivers here flowing down to Sangkulirang bay from Karst mountain as water cathment, i.e Karangan and Baai. Four hours trip from Sangata and connected by speed boat (1.5 hour) we arrived at Pengadan village (it will be my basecamp for the next 10 remaining days). Previous scientific expedition in this region conducted to reveal some archaeological study and speleology investigation.(see at this link : http://www.kalimanthrope.com/2000/GB/project1.html) thus pengadan villagers are familiar with researcher and their activities. We found a good local guide here to conduct boat survey.Pessimistic feeling during survey in Baai and Sangkulirang rivers to find the monkey, because of no forested habitat remains, palm oil has become “a new hope”, lan…

a journey to Borneo #5

Gambar
Presbytis hosei canicrus extirpated from Kutai National Park ????

We have spent twenty days in Kutai National Park since 5 March 2008, looking for the rarest leaf monkey Presbytis hosei subspecies canicrus, however there is no any clues that the monkey still exist in Kutai. We visited established three research sites in this national park, Prefab, Mentoko, and Melawan and spent 3 – 7 days in each site. This is the first survey after three decades since last conducted by P. S . Rodman in 1978, found Presbytis hosei density at 2.6 groups/km2 in Mentoko , and then reported that after forest fire 1982-1983 which remained 25% of 3 km2 forest at Mentoko, there were still 6 groups of Hosei, the last report during 1988 still found Hosei in Kutai National Park. Massive forest fire during 1987-1988 in Kutai National Park in east Kalimantan had already devastated almost the whole area and only remaining 5% forested area (Meijaard and Nijman,2000). Unfortunately, there is no detail hosei repor…

A jurney to Borneo #4

Gambar
Fig and figs waspPerjalanan mencari Presbytis hosei, saya juga ketemu dengan salah satu penghunihutan hujan kalimantan yang memegang peranan penting dalam ekosistem, diantaranya sebagai sumber pakan dari berbagai jenis satwaliar pemakan buah, seperti orangutan, owa, burung enggang dan lain sebagainya. Ketersediaan sumber pakan adalah salah satu faktor penting dari keberadaan binatang di hutan. Pohon jenis ini dapat dengan mudah dikenali dengan ciri buah bulat dan ada seperti biji-biji kecil di dalamnya yang jumlahnya mungkin ratusan atau ribuan (tapi ini sebenarnya adalah bunga jantan dan bunga betina),buah “cauliflory”- menempel di batang, daun dikenali dengan istilah three vein- 3 tulang daun yang bertemu di pangkal daun (seperti kaki unggas) termasuk dalam kedalam family moraceae yang biasanya bergetah putih juga edible atau bisa kita makan. Fig atau ficus nama genus nya, dan kurang lebih ada 700 species di seluruh dunia, juga life form yang lebih banyak di bandingkan genus tanaman…

a journey to borneo #3

Gambar
Orangutan Borneo (Pongopygmaeus morio) Bulan maret hari ke sembilan tahun dua ribu delapan di camp prefab cuaca cerah, panas dan berkeringat, sejak hari pertama hingga hari keempat orangutan ini telah membuat kurang lebih 4 sarang, dan makan buah sengkuang yang telah masak. Biasanya dia mulai aktif ketika pagi hari masih gelap sekitar jam 05.00 hingga jam 8.30, setelah itu dia turun dari pohon dan pergi meninggalkan pohon sengkuang itu, kemudian sore harinya biasanya jam 4.30 sudah ada di pohon itu lagi. Lebih jauh dengan kera–merah-besar ini, (Labes, 2005komunikasi personal) mengatakan bahwa di kalimantan ada 3 sub jenis orangutan, yang dibedakan juga berdasarkan wilayah distribusinya dan morfologi, yaitu Pongo pygmaeus wrumbii yang terdistribusi di Kalimantan Barat, P.p.pygmaeus di Kalimantan tengah, dan terakhir adalah P.p.morio. Secara morphology P.p morio memiliki bulu berwarna merah gelap/hitam (morio artinya hitam), sementara P.p.pygmaeus memiliki warna bulu merah cenderung oran…

A journey to Borneo #2

Gambar
Tanggal 7 maret 2008 jam 7.30
Cuaca cerah, panas, matahari bersinar…perjalanan dilanjutkan ke Kabo- papacharlie (desa terdekat dengan tambang batubara terbesar di wilayah ini) papacharlie sendiri adalah nama sebuah jalan di desa tersebut yang mengbungkan desa Kabo dan kota kecil Sangata Baru, konon papacharlie di ambil dari nama orangpekerja tambang di wilayah ini) Di Kabo inilah kami telah di tunggu oleh salah seorang guide dari stasiun penelitian prefab. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menggunakan perahu kecil (ketinting) bermesin 2 PK, menyusuri sungai Sangata kearah hulu. Dalam perjalanan menyusuri sungai sangata dari kabo, di kanan sungai adalah wilayah pertambangan dan di kiri sungai adalah wilayah taman nasional kutai. Perjalanan yang agak berdebar-debar , karena mungkin 4 tahun yang lalu terakhir naik kapal kecil begini, bawa barang, dan masih sama dengan pengalamanku waktu menyusuri sungai Barito, kapal-kapal kecil ini tidak ada yang dilengkapi "life vast&quo…

A journey to Borneo

Gambar
Hari kedua di Borneo, Maret tanggal 5, mendung hujan tidak ada matahari, pagi kita menuju Bontang, Kantor Balai taman nasional kutai yang kita tuju. Kurang lebih 5 ½ jam perjalanan dengan bis kita sampai di terminal Bontang, dan langsung ganti angkot ke kantor Balai Taman Nasional Kutai dengan permintaan presentasi tentang rencana kegiatanku langsung menyambut kedantangan kita.Presentasi berjalan lancar dan imbal balik info tentang monyet yang kucari sedikit tidak jelas, karena tidak belum pernah ada penelitian tentang monyet ini, namun di buku data-data species yang ada, tercatat tentang keberadaan Presbytis hosei.Dari presentasi ini kudapat info juga tentang research station yang sudah ada di kutai, yang selama ini aq hanya dengar lewat jurnal-jurnal penelitian dan travel guide to borneo. Ada camp Prevab dan Mentoko di sini( camp ini ada mungkin lebih dari 20 tahun yang lalu, untuk tujuan penelitian ekologi orangutan dan ekologi hutan hujan, dan kini alumi dari kedua tempat peneliti…

Mencari Presbytis Hosei Kalimantan

Gambar
Awal perjalanan ini adalah ketika membaca artikel tentang 25 primata yang paling terancam di dunia (Primates in Peril, the World's 25 Most Endangered Primates 2004–2006, (Mittermeier, et.al , 2005). Ada 3 primata yang masuk kategori “primates in peril” yaitu Orangutan Sumatra Pongo abelii), Simakobu (Simias concolor) , dan Berangat atau Lutung banggat (Presbytis hosei spp canicrus). 2 species yang pertama saat ini telah banyak di teliti dan setidaknya lebih banyak “perhatian” apalagi orangutan yang merupakan “selebritis” di dunia primata sudah tentu program-program konservasi nya sudah berjalan begitu juga simakobu, monyet endemik mentawai ini telah ada perhatian khusus dengan adanya kegitan konservasi oleh beberapa lembaga konservasi internasional di kepulauan siberut. Sedangkan Presbytis hosei ini tidak banyak yang mengungkap statusnya saat ini, beberapa penelitian dan aksi konservasi terakhir tentang hosei ini telah dilakukan di pulau Kalimantan bagian utara-timur di kawasan ko…

Javan gibbon in the heart of Java

Gambar
Owa jawa ,Silvery Javan Gibbon (Hylobates moloch) inilah salah satu kera kecil yang paling terancam di dunia, kera ini dapat di temukan sisa-sisa hutan yang terfragmentasi di Jawa barat dan Jawa tengah. Gunung Slamet dan deretan Pegungan Dieng adalah habitat alami owa jawa yang kini tersisa di Jawa tengah. Biasanya dikenal dengan warna bulu abu-abu, tidak berekor, dan suara yang khas di pagi hari. Biasanya jantan lebih dulu bersuara pada dini hari, dan betina mulai “menyanyi“ setelah matahari terbit. Menurut beberapa penelitian, jenis kera ini merupakan penyebar biji-biji pohon di hutan atau berperan sebagai seed dispersal, yang membantu regenerasi hutan secara alami. Keberadaan owajawa di Jawa tengah belum menjadi prioritas konservasi di wilayah ini dan bukan tidak mungkin kita akan kehilangan species langka ini, konversi habitat, penebangan pohon, perburuan dan lemahnya penegakan hukum terhadap status kawasan hutan sebagai habitat owajawa, menjadikan acaman kepunahannya semakin tin…

Rekrekan (Presbytis fredericae Sody,1930);Primata endemik di Gunung Slamet, Jawa Tengah

Gambar
Rekrekan (Presbytis fredericae Sody,1930)
Primata endemik di Gunung Slamet, Jawa Tengah
Adalah salah satu primata endemik jawa yang saat ini tersebar di sisa hutan di Jawa .Jenis lutung ini di kenal oleh masyarakat degan nama Rekrekan. Seperti pada gambar di samping, untuk mengenaliRekrekan, dapat dilihat dari warna bulu yang hitam dengan bagian depan (mulai dada, lengan bagian dalam, paha hingga ke ekor bagian dalam juga berbulu putih), warna muka juga merah kebiru-biruan, kadang ada jambul dan jambang di sekitar kepala dan muka. Menurut beberapa ahli primata, species ini pada awalnya di kategorikan sebagai anak jenis dari Surili (Nijman,1997;Nijman dan Van Balen,1998) yang persebaranya hingga ke daerah jawa timur yaitu ;Gunung Lawu dan Gunung Wilis. Namun menurut Brandon-Jones,2005, species ini di ajukan sebagai species yang berbeda, berdasarkan koleksi specimen yang di peroleh dari lereng selatan G.Slamet. Hingga akhirnya IUCN mengkategorikan sebagai species yang kurang data (Data …