Postingan

Pahlawan Tanpa Suara, Lebah-Lebah Indonesia

Gambar
Awalnya kami melihat bahwa siapa sebenarnya yang paling beberan dalam memberikan cita rasa yang unik dari kopi? Apakah petani, pengolah, yangnyangarai, atau penyaji? Tentu semua saling terkait. Namun ada satu hal yang kadang sama sekali tidak di perhatikan ,tidak banyak yang menyebutnya, tidak banyak yang menyuarakannya, bahkan penelitian tentang ini juga masih sangat sedikit di negeri kita Indonesia yang katanya penghasil kopi terbesar ketiga di dunia. Dia hanya ada di habitat asli tanaman kopi, yaitu penyerbuk bunga kopi, pollinator.

Kamimengambil contoh di hutan Sokokembang sebagai habitat Owa jawa dan juga kopi robusta, yang sejak 5 tahun terakhir untuk kegiatan “Coffee and Primate Consevation Project”. Dan tanaman kopi di wilayah habitat owa ini sudah cukup relatif tua umurnya, ada yang berumur 10-15 tahun, dan tingginya bisa mencapai 5-7 meter. Secara fisik cukup sulit mengamatai bunga atau buah kopi robusta ini, dari beberapa literatur ada peran serangga-serangga dalam proses p…

Terbang dari bumi utara, singgah di habitat Owa

Gambar
Cuaca yang hangat ternyata menjadi tempat yang menyenangkan bagi siapa saja, tak terkecuali jenis-jenis burung.  Habitat Owa jawa di hutan Sokokembang, Petungkriyono ternyata juga menjadi tempat singgah dari burung-burung migran. Burung sikatan bubik, Asian brown flycatcher (Mucica daaurica) , berbiak di wilayah Siberia dan Rusia, dan karena sedang musim dingin di sana, burung-burung ini mengungsi migrasi, mencari makan di tempat yang hangat, dan sampai ke Indonesia.
Tidak banyak catatan migrasi tentang burung ini, berapa lama dan dimana saja yang tempat yang disinggahi, yang jelas ketika saya membuka peta dan mencoba mengestimasi jaraknya antara Siberia dan hutan Sokokembang adalah 7.622 km.  Perjalanan yang tidak singkat , rute mana yang di lewati kenapa lewat wilaya tersebut, juga belum banyak yang mengungkapnya melalui penelitian.

Fenomena migrasi ini bisa menjadi sebuah alternative kegiatan wisata minat khusus, pengamatan burung/ birdwatching yang sudah menjadi gaya hidup di b…

Kelelawar sang Juara Sonar

Gambar
Berkunjung ke suatu tempat dengan fenomena alamnya tentu akan menjadi pengalaman yang berbeda dan pengetahuan tentang sejarah alam setidaknya menjadi tanda tanya yang terus akan berkecamuk dalam angan. Kunjugan lapangan awal tahun 2017 kali ini saya merasa beruntung dapat melihat langsung peristiwa alam yang tidak semua tempat ada. Apalagi ini terkait dengan fauna alam sekitar kita yang sebenarya punya peran penting dalam system ekologis. Sebagai pemakan serangga keberadaan kelelawar ini juga sangat penting sebagai pengendali hama pest control untuk kawasan pertanian dan perkebunan.
Benteng pendem, atau Benteng van den Bosch, terletak di kabupaten Ngawi Jawa Timur, tempat bangunan kuno ini, selain menjadi lokasi wisata ternyata menjadi habitat kelelawar yang munking jumlahnya bisa mencapai jutaan. Untuk menyaksikan bagaimana kelelawar ini keluar, anda tunggu saja antara sekitar jam 5 sampai jam 6 sore, nanti ribuan kelelawar akan keluar bersama-sama membentuk suatu formasi yang mung…

#monkeyday in the wild of Java

Lutung Jawa (Trachypithecus auratus)

Berkunjung ke padepokan Lutung Jawa

Gambar
Bulan November pertengahan saya berkunjung ke salah satu pusat rehabilitasi primata Jawa di Jawa Timur, tepatnya di Cuban Talun, Batu, Malang. Pusat rehabilitiasi ini di bangun khusus untuk Lutung Jawa, mungkin satu-satunya yang ada di Indonesia untuk rehabilitiasi jenis-jenis monyet pemakan daun. Perjalanan lebih dari 12 Jam menyusuri jalur selatan pulau jawa mulai dari Jogja-Pacitan-Trenggalek-Blitar-Malang membuat harus membuka kembali peta dan yang jelas melihat langsung kondisi habitat primata di wilayah Jawa bagian timur. Beberapa catatan perjumpaan jenis-jenis primata jawa tidak banyak yang melaporkan dari wilayah ini, bisa menjadi pekerjaan selanjutnya untuk pelestarian primata Jawa.
Sampai di Cuban Talun, mas Iwan Kurniawan selaku project manager pusat rehabilitiasi ini sudah menunggu, berkenalan dengan tim yang ada disini dan melihat langsung 11 lutung yang sedang dalam proses untuk di lepas liarkan kembali. Lutung-lutung ini adalah hasil sitaan dari BKSDA jawa timur, lutun…

Bilou Kaleleu 2016

Gambar
Tulisan pertama tentang kegiatan pelestarian primata di pulau di tepi samudra hindia ini, bisa di baca di sini, perjalanan ke habitat primata endemik Bilou (Hylobates klossii)  tahun 2010, bulan Desember. Dan bulan lalu setelah  hampir 6 tahun, saya kembali menghirup udara di pulau ini, untuk melihat kondisi terkini dan bagaiman perubahan yang telah terjadi terutama untuk pelestarian primata.

Kapal kayu legendaris “Sumber” sudah tidak di gunakan lagi, bayangan perjalanan 10-12 jam menyeberangi laut Sumatra, sudah berganti dengan kapal mewah dan cepat, perjalanan 157 km dari Padang menuju siberut dapat di tempuh hanya dengan waktu 4 jam saja. Kapal ini adalah salah satu perubahan yang terjadi di bumi sikerei.

Jauh hari sebelum berangkat ke siberut, saya terlebih dahulu menghubungi beberapa sahabat yang dulu menjadi patner dalam tim Bilou, dan sungguh senang akhirnya setelah hampir 5 tahun tidak hanya berjumpa dengan mereka tapi juga keluarga yang dulu pernah saya numpang tinggal wak…

Primatepacker : Traveling mengenal primata Indonesia

Gambar
Mengarus utamakan pelestarian primata, sepertinya agak kurang greget di banding ordo lain, seperti burung. Birdwatching atau pengamatan burung sudah menjadi industri dan gaya hidup yang dapat menggerakkan sisi ekologi, sosial dan ekonomi. Dari melihat burung, peralatan, fotografi, dan juga networking. Terinspirasi dari kawan-kawan pegiat burung yang membuat gerakan pelestarian burung Indoneisia melalui atlas burung nusantara, sepertinya untuk primata masih ketinggalan. Lewat tulisan ini saya juga mengajak siapa saja anda yang peduli dengan primata untuk juga menjadikan kegiatan hobi satwaliar ini menjadi “mainstream” .

Primatepacker, juga istilah yang terinspirasi dari para pegiat burung, yang mempopulerkan wildlife friendly hobbi di negeri ini, sekali lagi salut kawan -kawan pegiat burung. Traveling ke suatu tempat yang baru dan melihat primata di habitat alamnya, harusnya juga bisa menjadi daya tarik wisata dan salah satu kegiatan ekonomi kreatif  yang menggerakan perekonomian di t…