Postingan

Mentawai Primates : Strengthen cultural Identity and Grassroots Conservation

Gambar
written by : Arif Setiawan

Biggest meeting of Indonesian Primate enthusiast have been done this week in Yogyakarta, 18-20 September 2019. Nearly 300 people gathered together, participants, invited guest, and officials, Indonesian primate enthusiast coming with their recent presentation talk and posters. Here I notice my personal insight towards Mentawai primates and it’s conservation effort on during the conference. First, about opening ceremony, it has been long discussion with organizing committee, to perform something entertain but related to Indonesian primates. Than come up with two option i.e: hanuman classic dance or Mentawai Primate traditional dance, than the committee select Mentawai primate dance that will be perform during opening ceremony. 

Honestly it was not easy to make it, fortunately we have been working with a Mentawaian community since several years ago, with the Uma Malinggai Traditional Mentawai, so I talk to the team in Uma about this plan and to do  perform tra…

Burung Burung Kepulauan Mentawai

Gambar
"The gibbon of Siberut", karya Tonny Whitten adalah salah satu buku menginspirasi saya untuk ke siberut, saya dapat buku ini tahun 2000, berisi catatan perjalanan Tonny Whitten dan istrinya pada tahun 1975-1978 di Siberut, dan tahun 2010 saya pertama kali menginjakkan kaki pertama kali di bumi Sikerei, hingga awal tahun 2012 banyak cerita dan pengalaman bersama tim lapangan dari Siberut Selatan. 
Kemudian tahun 2017 bersama SWARAOWA kegiatan untuk mendorong peningkatan pengetahuan dan ketrampilan untuk kawan-kawan yang aktif di Uma Malinggai Tradisional Mentawai, di Siberut Selatan dimulai. Dengan menggabungkan kegiatan pengamatan satwa dan fotografi setiap ke lapangan mendokumentasikan foto dan video satwa-satwa liar kep.Mentawai.

Kegiatan pengamatan yang awalnya hanya fokus untuk jenis-jenis primata, juga mengumpulkan foto-foto satwa lainnya. Untuk jenis-jenis burung karena awalnya memang tidak tahu namanya, beruntung sekali ada salah satu orinitologist dari Yogyakarta Ima…

Lutung Dahi Putih : Catatan Baru di Kalimantan Tengah

Gambar
Catatan perjumpaan terbaru untuk salah satu jenis primata endemik Kalimantan di laporkan oleh tim swaraowa, dari kegiatan pengamatan primata bulan Oktober tahun 2018. Temuan ini menambah pengetahuan tentang sebaran dan populasi primata ini di Kalimantan Tengah, dan sudah di publikasikan melalui jurnal Southeast Asia Vertebrate Record, dan bisa download melaui link berikut.   Lutung dahi putih (Presbytis frontata) adalah jenis monyet pemakan daun endemik Kalimantan. Dengan ciri hitam di seluruh tubuh dan warna putih di bagian kepala depan, Lutung ini sangat berbeda dengan jenis surili dari genus presbytis lainnya yang ada di Kalimantan. Menurut IUCN Red list, primata ini masuk dalam kategori vulnerable (VU) 1 dan masuk dalam kategori satwa dilindungi ( NOMOR P.92/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018)

Perjumpaan dengan primata ini berada di kawasan HCV Bukit Santuai, yang terletak konsesi perkebunan Kelapa Sawit Agro Wana Lestari, Kota Waringing Timur, Kalimantan Tengah. Menurut Ika Yuni Agustin, d…

Menggagas Pengelolaan Kolaboratif Hutan Petungkriyono

Gambar
Oleh : Ahmad A Fahmi, Arif Setiawan, 22 Maret 2019
Hutan Petungkriyono termasuk dalam BKPH Doro, KPH Pekalongan Timur memiliki luas 5189,507  ha, terdiri atas hutan Produksi Terbatas dengan Tanaman Pokok Pinus dan Hutan Alam Kayu Lain atau hutan alam yang berfungsi sebagai Hutan Lindung Terbatas (HLT) untuk fungsi Lindung Hidrologis Habitat satwa-satwa dan flora endemik Jawa, seperti : Owa, Macan tutul, Elang JawaAtraksi wisata yang ditawarkan sebagian besar berupa air terjun, wisata sungai, dan pemandangan alam. Jenis wisata yang dikembangkan masih berupa mass tourism dimana pengembangan infrastruktur buatan seperti tempat selfie yang instagrammable menjadi obyek favorit wisatawan·Berkembangnya kegiatan wisata alam di kawasan ini dapat dijadikan bukti bahwa hutan mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa harus menebang ataupun mengubahnya.Kelestarian  hutan merupakan kepentingan dan kebutuhan berbagai lapisan masyarakat, baik yang tinggal di sekitar hutan maupun masyarakat yang tinggal …

Camera trap : mengungkap hidupan liar hutan Sokokembang

Gambar
Baru baru ini kegiatan konservasi di hutan Sokokembang, sedang menguji coba peralatan  untuk  monitoring keanekaragaman hayati, dan hal ini merupakan bagian dari program pengenalan hidupan liar dan hutan pada umumnya, bahwa hutan adalah tempat hidup hidupan liar sebagai bagian dari kampanye penyadar tahuan untuk mengajak mengenal hutan dan melestarikan habitat asli yang tersisa di Jawa bagian Tengah.

Camera trap, adalah alat untuk menangkap gambar foto atau video dari hidupan liar, alat ini berfungsi secara otomatis dengan sensor gerak atau inframerah. Keuntungan camera trap ini dapat bekerja mengumpulkan foto-foto di tempat-tempat yang susah di jangkau, dalam periode waktu tertentu dan dapat digunakan untuk mengenali perilaku hidupan liar, yang sangat sensitif dengan kehadiran manusia. Penelitian-peneltian menggunakan alat ini dapat mengetahui perilakupopulasi,mangsa- predator dan juga ancaman hidupan liar, misalnya untuk investigasi perburuan dan ancaman lainnya.

Salah satu hasil…

Tabungan Ekologi : Serangga Pollinasi

Gambar
Akhir tahun 2017, kita pertamakali mencoba mengenalkan teknik budidaya lebah kepada warga sekitar hutan habitat Owa di Pekalongan (baca disini liputannya). Berawal dari pengamatan sehari-hari ketika musim kemarau memang banyak sekali pemburu lebah madu, ada beberapa warga yang sudah mencoba membudidayakan dengan metode tradisional.Artinya pengetahuan dan praktik budidaya sudah ada hanya perlu di tingkatkan pengetahuan dan prakteknya.
Melihat tempat lain sebagai referensi juga sangat membantu pengetahuan budidaya lebah ini, terutama membangun sesama pegiat lebah saling tukar pengalaman dan pengetahuan. Sisi ekonomi juga sudah mulai muncul, karena madu juga di banyak di jual belikan di dusun-dusun sekitar hutan. Seperti tulisan terdahulu, lebah klanceng sangat potensial untuk dikembangkan untuk mendukung pelestarian hutan habitat owa, pengelolaan yang berkelanjutan menjadi tantangan ke depan, karena selain ada nilai ekonomi, budidaya lebah juga sangat erat kaitannya dengan sistem budid…

Kopi untuk Konservasi Primata : Seduhan dari Afrika

Gambar
Mempromosikan konservasi melalui produk konsumsi berkelanjutan menjadi bagian kegiatan swaraowa dalam kongres primata ke-27 di Kenya. Sudah ke 3 kalinya sejak pertemuan di Vietnam tahun 2014, kami selalu membawa produk-produk yang di hasilkan dari kegiatan konservasi primata di Jawa Tengah. Melalui proyek kopi dan Konservasi primata, tentu saja sangat bangga mengenalkan Owa jawa di komunitas global. Acara ritual untuk penggalangan dana konservasi untuk primata-primata di dunia selalu di gelar di sela-sela congres, yaitu melalui IPS silent auction, peserta kongress jauh-jauh hari sebelum kongress di mulai di sarankan membawa barang/souvenir untuk di donasikan dalam acara lelang.
Kopi Owa tentu saja turut ambil bagian dalam acara ini, kopi yang diproduksi  di habitat owa, dusun Sokokembang dan juga yang di buat oleh tim swaraowa, t-shirt dan tote bag turut meramaikan acara ini. Selama 5 hari barang-barang ini akan di pamerkan dan penawaran terbuka di mulai sejak hari pertama, dengan nilai…

Kenya : Catatan Perjalanan Owa

Gambar
Hari pertama sebelum kongres primata dunia ke-27 di kantor PBB, Nairobi dimulai, menjadi kesempatan untuk mengetahui Kenya, khususnya Nairobi, yang terkenal dengan wildlife based tourism-nya,  wisata satwaliar, safari adalah salah satu pendapatan terbesar di Kenya, menurut laporan World Tourism and Travel Kenya, tahun 2016, sektor wisata di Kenya ini memicu banyak rantai ekonomi yang lain, seperti penginapan, makanan, dan transportasi, dengan menyumbang 3.7% dari total GDP Kenya.  Penyumbang devisa terbesar setelah produk produk pertanian. Bisa dikatakan inilah mungkin sebuah Wildlife industry yang sepertinya sudah dengan tata kelola yang lebih dulu berkembang dibanding dengan kita yang sebagai negara kita Indonesia  yang “mega biodiversity”.
Kenya, di Benua Afrika bagian Timur, merupakan rumah bagi satwa-satwa iconic,terdapat 60 Taman Nasional dan cagar alam, salah satu safari terbaik di afrika, Taman Nasional Amboseli, Gunung Kilimanjaro, Masai mara yang berbatasan dengan Tanzania …