Thursday, August 13, 2009

Expedisi Kepulauan Kangean


Expedisi kali adalah ke kepulauan Kangean dengan tujuan utama adalah survey status monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) di Kep.Kangean yang terletak di laut Bali kurang lebih 120 km arah timur pulau Madura dan 120 km utara pulau Bali, termasuk wilayah administratif Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Untuk mencapai pulau kangean saya menempuh perjalanan menggunakan kapal, yang berangkat dari Pelabuhan kalianget Sumenep Madura kurang lebih 11 jam menggunakan kapal ferry Sumekar-II, jam 9 malam tanggal 7 Juni 2009 berangkat sampai di pelabuhan Batu Guluk Pulau Kangean tepat jam 7 pagi hari berikutnya. Setelah menyelesaikan administrasi perijinan dan lain-lain di Arjasa (kota kecamatan di kangean Barat), perjalanan diteruskan ke Ujung timur Pulau kangean ke desa Patapan dengan kendaraan roda 4 selama kurang lebih 2 jam. Selama perjalanan di kanan kiri jalan nampak pemukiman khas penduduk kangean dengan rumah panggunnya beratap daun kelapa dengan tangga di tengah rumah dan ada semacam bangunan panggung kecil di depan rumah sebagai tempat bercengkrama dan kadang juga sebagai warung atau tempat jualan makanan atau kebutuhan sehari-hari.

Karena keunikan biogeografinya, terletak di ujung dari dataran Sunda (Sundaland) dan terpisah lautan yang luas, pulau ini telah menarik beberapa peneliti dari dalam dan luarnegeri, beberapa sumber di Internet saya temukan beberapa publikasi penelitian tentang ekologi, dan keanekaragaman hayati di Pulau terpencil ini.
beberapa di antaranya bisa di lihat disini dan disini.
Tentang primate di pulau ini, menurut beberapa laporan, ada yang menyebutkan 2 jenis primate di sini, yang pertama adalah monyet ekor panjang dan monyet hitam (lutung). Namun setelah survey dari V.Nijman tahun 2000 , di yakini bahwa hanya ada 1 jenis primata di pulau kangean.
Kurang lebih 10 hari di kepulauan ini, saya mengunjungi Pulau Kangean, Pulau Sapeken, dan Pulau Sepanjang, memang yang ketemu hanya monyet ekor panjang, yang memang warna bulunya lebih gelap dibandingkan dengan warna monyet ekor panjang yang sering di jumpai di Jawa.
Monyet ekor panjang biasa di jumpai di kawasan mangrove dan juga hutan jati, ada juga hutan alam yang tersisa di tengah pulau Kangean, yang juga sangat menarik untuk di kaji lebih jauh lagi.
Sering saya ketemu dengan Kelelawar buah yang banyak bergerombol makan buah-buah ficus, di kala sore hari.
Jenis-jenis burung adalah salah satu biodiversity di Pulau Kangean yang sepertinya sudah terdokumentasikan dengan baik. Pulau Kangean karena ke unikan kondisi geografisnya, merupakan tempat yang unik pula untuk jenis-jenis burung, bahkan endemik. Sehingga birldlife international menetapkan kepulauan kangean adalah salah satu kawasan penting untuk konservasi burung. Irham (2007) melaporkan ada beberapa subspecies dan subspecies endemik di pulau Kangean berdasarkan survey burung terbaru, yaitu : red-breasted parakeet
(Psittacula alexandri kangeanensis), Javan frogmouth (Batrachostomus javensis longicaudatus), greater goldenback, (Chrysocolapt eslucidus kangeanensis)and greenbilled malkoha (Rhopodytes tristis kangeansis). Di pulau kangean ini juga tercatat keberadaan Burung Gosong - orange-footed scrubfowl (Megapodius reinwardt) , jenis maleo dari kawasan walaceae. Kami sempat menjumpai sarang dan mendengar suara burung gosong ini di Pulau Sepanjang. Beberapa sumber tentang maleo kangean ini bisa di lihat disini dan disini.
Sepertinya waktu dan keterbatasan lainnya membuat survey ini hanya sebentar, masih banyak biodiversity yang sangat menarik di pulau ini, catatan apapun tentang wilayah ini pastilah sangat berharga sebelum semuanya benar-benar hilang, cerita foto yang lain ada disini.
(terimakasih untuk teman-teman Perum Perhutani Cepu).

3 comments:

'penyaircinta berkelana' said...

Berpetualang terus Pak Djoem....

kangean.net said...

salam kenal mas dari orang kangean,
izin ngambil fotonya,mau diposting diweb, penebangan hutan dipulau kangean semakin menjadi2 shg keberadaan monyet ekor panjang jarang kita jumpai sekarng


www.kangean.net

Wawan (Arif Setiawan) said...

terimakasih, silahkan, kapan-kapan ke kangean lagi mungkin bisa ktemu disana..