Saturday, January 02, 2010

Owajawa hutan sokokembang

Banyak orang telah berpikir bahwa hutan di jawa tengah telah habis, propinsi dengan populasi penduduk terpadat ini memang memiliki sejarah hutan yang terdegradasi dan terkonversi sejak dahulu kala.
Sejak jaman penjajahan belanda, banyak hutan alam di jawa telah di konversi menjadi hutan tanaman jati dan pinus, perkebunan teh dan karet.Penambahan jumlah penduduk, juga mengakibatkan konversi besar-besaran terhadap hutan alam untuk pemukiman, pertanian, dan perkebunan.Beberapa species endemik penghuni hutan-hutan alam yang ada di JawaTengah pun sepertinya tidak terdokumentasikan secara lengkap, kapan tercatat ada, dimana, dan berapa species itu?
Owajawa, adalah salah satu kera kecil yang kini tersisa di hutan-hutan alam di Jawa Tengah. Di Jawa tengah menurut catatan penelitian bisa di jumpai di Peg.Pembarisan, G.Slamet hingga ke paling timur di Pegunungan Dieng. Sebaran habitat kera kecil ini tidak ada yang terlindungi dalam suatu kawasan konservasi apapun, di Jawa Tengah. Habitat berhutan yang sudah terfragmentasi jadi rumah terakhir untuk jenis primata ini. Ancaman kerusakan habitat akibat illegal logging, perburuan , perambahan, perkebunan yang ekspansive perlahan-lahan semakin mengikis habitat yang tersisa di jawa tengah.
Hutan Sokokembang, adalah salah satu potongan hutan alam yang ada di Jawa Tengah, hutan ini masih rangkaian pegunungan Dieng bagian barat. Masuk wilayah Kabupaten Pekalongan, Kecamatan Petungkriono, Desa Kayupuring. Untuk mencapai kawasan hutan ini, dari kota pekalongan bisa lewat Kedung wuni atau Kajen, kemudian lewat Pasar Doro, kemudian naik kearah Kecamatan Petungkriono. Hutan sokokembang terletak di kanan-kiri sungai Wela, dan berbatasan dengan perkebunan teh Jolotigo.
Owajawa (Hylobates moloch) atau silvery javan gibbon , mempunyai suara yang khas pada pagi hari dan suara owa jantan dan owa betina juga berbeda, owa jantan biasanya juga bersuara ketika hari masih gelap dan owa betina baru kemudian bersuara ketika matahari sudah terbit. Owa biasanya memakan buah-buahan namun juga kadang memakan daun bunga, dan kulit kayu. Pergerakannya lebih banyak di atas pohon dengan berayun dari cabang pohon ke cabang pohon yang lain. Oleh karena itu keberadaan hutan yang bertajuk rapat adalah di perlukan untuk pergerakan kelompok owa. Beberapa catatan penelitian mengatakan bahwa jenis primata pemakan buah ini adalah salah satu agen penyebar biji-biji hutan, yang turut berperan dalam membantu regenerasi hutan secara alami.

1 comment:

Ann said...

vegetasi (floristic composition) sokokembang udah ada deskripsinya belum ya mas. Boleh di share?
makasih