Wednesday, May 26, 2010

Presbytis hosei di Kalimantan timur, terancam punah

Sebenarnya ini tulisan untuk mengucapkan terimakasih khususnya untuk Primate Conservation Inc, yang telah memberikan support untuk terlaksananya survey di Kalimantan Timur (Taman Nasional Kutai, dan Sangkulirang)tahun 2008 dan menjadi "feature" director's report tahun 2010 PCI. Laporan publikasi hasil survey ini juga sudah ada bisa di download lewat link my publication di blog ini juga. Baca juga tulisan sebelumnya (a journey to borneo, 1,2,3,4;5;6&7)

Kenangan yang tak terlupakan di survey ini adalah ketika menyusuri Sungai Sangata, waktu itu kami hendak menyaksikan roosting site bekantan menjelang magrib, entah karena sudah gelap atau memang kenapa juga tidak tahu, tiba-tiba ces kami (perahu klotok) kami bertabrakan dengan ces dari arah berlawanan, tabrakan pun tidak dapat di hindarkan, waktu itu saya masih memegang camera +tele 300 mm, untuk memotret bekantan,cepat sekali terjadi, perahu terbalik berikut semua yang ada di atas perahu (1 motorist, 1 jurumudi, dan Tejo (teman survey)) semua peralatan ikut tumpah ke sungai sedalam mungkin 5-7 meter itu. Saya sempat terperangkap dalam perahu dan yang terakhir keluar ke permukaan, denga masih menggenggam camera yang masih dalam posisi On. Saya liat di permukaan tejo dan motorist juga sudah nampak di permukaan air, kami kemudian di tarik oleh motorist yang dari perahu yang menabrak kami, setelah di atas perahu kami berupaya membalikkan perahu kami, untungnya mesin ces udah diikat, jadi tidak tidak hanyut. Namun beberapa saat kemudian kami mencoba melist apa yang hilang, 1 gps, 1 binocular, 1 cameradigital pocket, 1 hp, dan juga tentunya camera digital slr +lensanya juga rusak karena sudah ikut menyelam selama beberapa menit di sungai sangata. Syukur kepada Tuhan karena kami smua selamat, dan kami kembali ke kampung sangata untuk istirahat.
Kecelakaan ini adalah hari ke 20 kami survey di Sekitar Taman Nasional Kutai, dan waktu itu kami belum menemui apa yang kami cari (Berangat atau Presbytis hosei).dan rencana awal waktu itu setelah 20 hari di TNK kami akan meneruskan ke Sangkulirang, dimana pernah dilaporkan ada di jumpai Berangat disana. Setelah berunding dengan Tejo, akhirnya diputuskan saya meneruskan sendiri survey ke Sangkulirang dan Tejo Kembali ke Jogja untuk menyelamatkan alat-alat yang sudah terendam air, selain itu semangat kami saat itu memang sudah sangat drop sekali, setelah kecelakaan itu.Masih ada 1 GPS dan 1 binocular yang bisa digunakan, hari selanjutnya survey saya teruskan ke Sangkulirang.

2 comments:

uzi said...

wah, sayangnya jurnal tentang Survey of Miller’s Grizzled Surili, Presbytis hosei canicrus, in East Kalimantan ndak bisa didonlot TT_TT

Wawan (Arif Setiawan) said...

sepertnya ada eror tempat nyimpen filee ini, silahkan email saya, nanti saya email publikasi hasil survey ini,terimakasih