Monday, November 09, 2015

Berdamai dengan Monyet : Mitigasi dan Persepsi

mudah mudahan anak monyet jadi senang dan tidak mengganggu lahan pertanian

Kira-kira kalau dengan cerita monyet yang menyerang lahan warga atau tanaman pertanian apa yang anda pikirkan? Bingung ya....? ya kira-kira begitulah, karena kita nggak pernah ngalamin jadi petani yang habis dan rusak tanamannya dan juga kita gak sempat mempelajari monyet ini sedemikian dekat sehingga bisa menjadi pawang monyet mungki begitulah kira-kira sehingga kalau ada monyet datang kita dapat berkomunikasi dan menghalau monyet dengan baik-baik.
alat mitigasi konflik monyet dan manusiaa

Tulisan ini hanya sekedar opini pribadi, tentang hubungan yang kurang harmonis antar monyet dan manusia belakangan ini yang terjadi di hampir di beberapa wilayah di Indonesia. Dari pantai sampai gunung, dari kampung sampai kota, baik di hutan alam ataupun sekitar habitat manusia. Beberapa waktu yang lalu, masih di seputaran habitat Owa, sering kali kita ngobrol-ngobrol tentang sekitar kita yang terkait dengan primata, dan sudah pasti monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) inilah yang paling populer, karena langsung berinteraksi dengan warga sekitar hutan ataupun manusia yang sering di sekitar habitat monyet (atau monyet yang mendekat ke habitat manusia) Beberapa cara menghalau monyet ini kadang berbagai cara dan hampir tiap tempat punya caranya sendiri, yang saya temui di sekitaran tempat penelitian di Sokokembang, biasanya warga memasang sesuatu yang mirip manusia yang di tinggal lahan pertanian. Tujuannya adalah menakut-nakuti monyet dan binatang lain . Yang menarik disini adalah berbagai pakaian yang digunakan untuk alat penghalau ini di rangkai sedemikian rupa dengan sebuah tali yang di ujung tali ini salah satunya ada mekanisme penarik yang memanfaatkan aliran air di sawah tersebut. Sehingga mereka akan bergerak sendiri kena air yang menarik-narik tali itu. 
lahan pertanian di tepi hutan

Mirip manusia! Harapannya monyet atau binatang akan takut karena kita pikir monyet mengira bahwa sawah ini ada yang menjaga. Tapi apakah monyet juga berpikir seperti itu?? Cara yang paling ramah terhadap monyet hingga cara yang paling sadis mungkin saja sudah pernah kita jumpai di berbagai tempat-tempat konflik. Dan mungkin antara satu tempat dengan tempat laiannya juga tidak sama penanganannya, karena dengan banyak faktor yang terlibat. Hubungan dengan monyet juga akan terus berkembang dengan kompleksitas situasi, mudah-mudahan ada kedamaian di antara monyet dan manusia. Mungkin ada cerita lain dari sekitar anda?? 

Bacaan : http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19479953

No comments: