Siripok Bilou #3 (Penggilingan Sagu)

Sagu sudah sejak dahulu kala menjadi makanan pokok di P.Siberut, jenis tumbuhan monocotile dari family Arecaceae (suku pinang-pinangan) ini banyak tumbuh di Rawa-rawa atau di tepi-tepi sungai.Metroxylon sagu, nama ilmiahnya. Kunjungan ke siberut kali ini saya juga sempat melihat penggilingan sagu yang olah dengan menggunakan mesin dan juga untuk produksi komersial. Pengolahan Sagu ini terletak di Desa Katurai, Dusun Tiop, kecamatan Siberut Barat Daya.
Sagu yang biasa tumbuh di tepi-tepi sungai atau rawa disekitar Tiop, di ambil ditebang, di potong-potong ukuran panjang 1 meter, potongan-potongan batang sagu ini di namakan Tual, sagu ini dibeli dalam ukuran tual ini seharga Rp 5000-Rp 6000/tual, kemudian di rakit menuju Tempat penggilingan. Setelah sampai di tempat penggilingan batang Sagu yang telah di potong-potong tadi di tempat di air payau di sekitar tempat penggilingan, waktunya kurang lebih 2 minggu, tujuannya untuk memfermentasikan batang sagu.
Setelah dua minggu sagu di angkat ke tepi, dikuliti dan dibelah kemudian dimasukkan ke mesin penggilingan.Penggilingan ini setiap hari rata-rata menggiling 100 tual batang sagu, Sagu yang telah digiling diproses selanjunya di campur air diaduk kemudian di saring, sagu basah yang bercampur air di tempatkan di kolam penampungan dan di endapkan. Air yang sudah tidak mengandung sagu atau ampasnya juga di alirkan ke tempat pembuangan tersendiri. Sagu basah tadi siap di keringkan menjadi tepung sagu, kemudian kalau sudah kering siap di jual ke Padang.

Komentar

Postingan Populer